Ming. Sep 27th, 2020

NegaraSport.com

Berita Olahraga Online Terkini

Pernyataan Tegas Messi Terkait Pemotongan Gaji

2 min read
pernyataan-tegas-messi-terkait-pemotongan-gaji

Lionel Messi

Pernyataan Tegas Messi Terkait Pemotongan Gaji

NegaraSport.com – Jakarta, Lionel Messi membuat pernyataan tegas soal persetujuan pemain Barcelona soal pemotongan gaji 70 persen selama tragedi virus corona covid-19. Dia mengatakan pemain tak perlu ditanyakan soal keharusan bantu klub.

Dalam pernyataan yang diposting di media sosial itu, Lionel Messi juga menyatakan para pemain akan berada di garda terdepan untuk membantu seluruh karyawan tetap mendapatkan gaji 100 persen selama bencana. Pernyataan itu mengakhiri spekulasi pemain ogah potong gaji.

Namun pernyataan tegas ini juga seakan menyindir presiden Barcelona, Joan Laporta yang seakan tak punya solusi tepat. Aksi Messi dianggap sebagai pemberontakan kecil di Barcelona.

Seperti dilansir Marca, momen seperti yang dilakukan Lionel Messi ini pernah terjadi di Barcelona pada 1988 lalu. Kejadian dikenal sebagai revolusi Hisperia itu juga merupakan pemberontakan pemain dengan kepemimpinan Presiden Barcelona kala itu, Jose Luis Nunez.

Saat itu, pemain tak setuju dengan kontrak, gaji dan pajak yang diberikan. Ini memunculkan sebuah gerakan atau manifesto yang dipimpin Luis Aragones di hotel Hesperia.

pernyataan-tegas-messi-terkait-pemotongan-gaji
Lionel Messi

Pernyataan Tegas Messi Terkait Pemotongan Gaji

Beda kejadian 2020 yang dipimpin Lionel Messi dengan 1988 terletak pada cara. Revolusi Hesperia lebih terdengar aura kemarahannya, sedangkan pernyataan Lionel Messi lebih halus menyindir.

Ada 7 poin yang disampaikan oleh pemain yang dibacakan Jose Ramon Alexanko kala itu.

“Kami hilang kepercayaan kepada presiden. Kami merasa dibohongi presiden. Presiden tidak mengormati fans. Dia selalu menyamakan kami dengan uang dan memecah belah kami.

“Klub historis yang memiliki nilai-nilai Katalunya sudah didehumanisasi dengan kebijakan ini. Singkatnya, meski petisi presiden mundur hanya bisa dilakukan anggota klub, pemain menyarankan agar presiden mundur,” begitu bunyi petisi saat itu.

Tinggalkan Balasan