Jum. Sep 25th, 2020

NegaraSport.com

Berita Olahraga Online Terkini

Pemain Sepakbola Profesional Rentan Terjangkit Virus

1 min read
pemain-sepakbola-profesional-rentan-terjangkit-virus

Dokter Olahraga di The Sports Medical Group - Eva Carneiro

Pemain Sepakbola Profesional Rentan Terjangkit Virus

NegaraSport.com – Jakarta, Mantan dokter Chelsea, Eva Carneiro, mengungkapkan bila pemain sepak bola profesional justru rentan terjangkit virus. Carneiro membeberkan pendapat tersebut setelah melihat pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi, positif virus Corona.

Mikel Arteta dan Callum Hudon-Odoi adalah profesional sepak bola pertama di Inggris yang positif terserang virus tersebut. Setelah itu, Premier League menangguhkan semua laga hingga 4 April 2020.

Sebelumnya ada asumsi, atlet profesional yang mengikuti diet ketat dan mencapai fisik prima akan terhindar dari virus Corona. Namun, Eva mengatakan sebetulnya mereka malah rentan virus.

pemain-sepakbola-profesional-rentan-terjangkit-virus
Dokter Olahraga di The Sports Medical Group – Eva Carneiro

Pemain Sepakbola Profesional Rentan Terjangkit Virus

“Pemain profesional telah terbukti tertekan kekebalannya secara teratur,” kata mantan dokter Chelsea itu dikutip Give Me Sport.

“Itu karena para olahragawan melalukan aktivitas melelahkan, mereka kadang bermain setiap 72 jam, serta pelatihan yang menciptakan ketegangan dalam tubuh,” imbuhnya.

Dengan kompetisi yang padat dan pertandingan internasional, menuntut seorang pemain berada di level puncak untuk bermain tiga kali dalam sepekan secara konsisten.

Kelelahan pada tubuh berdampak pada sistem kekebalan mereka. Itu membuat pemain bola rentan terinfeksi berbagai penyakit seperti virus Corona.

Mantan Dokter Chelsea

Carneiro yang sekarang bekerja sebagai Dokter Olahraga di The Sports Medical Group, London, mengatakan keinginan dari rekan satu tim menjenguk pemain yang sakit membuat pengendalian virus semakin sulit.

“Secara budaya, mungkin sulit untuk membujuk para pemain dan staf untuk mengubah perilaku yang menyebabkan penyerbaran infeksi seperti berjabat tangan dan berpelukan,” kata Carneiro.

Tinggalkan Balasan