Sab. Sep 26th, 2020

NegaraSport.com

Berita Olahraga Online Terkini

Jurgen Klopp tidak pernah merasa kecewa

2 min read
jurgen-klopp-tidak-pernah-merasa-kecewa

Jurgen Klopp

Jurgen Klopp tidak pernah merasa kecewa

NegaraSport.com – Jakarta, Jurgen Klopp tidak pernah merasa kecewa. Musim 2018/19 lalu merupakan salah satu musim terbaik Liverpool.

Jurgen Klopp berhasil menuntun The Reds menjuarai Liga Champions, trofi pertamanya setelah empat tahun bekerja keras.

jurgen-klopp-tidak-pernah-merasa-kecewa
Jurgen Klopp

Musim itu seharusnya bisa lebih baik lagi andai Liverpool tidak terpeleset di Premier League. The Reds sempat memimpin cukup jauh, tapi pada akhirnya hanya bisa jadi runner-up di bawah Manchester City.

Selisih poin keduanya begitu tipis. Man City jadi juara dengan 98 poin, Liverpool membayangi dengan 97 poin. Namun, gagal tetap saja gagal, Liverpool harus tertunduk.

Uniknya, Klopp merasa tidak ada yang perlu disesali dari kegagalan musim lalu.

Jurgen Klopp tidak pernah merasa kecewa

Bagi Klopp, gagal tetap gagal, tidak ada gunanya meratapi selisih poin yang begitu tipis. Dia ingin memandangnya dengan sederhana, Man City juara, Liverpool gagal tapi berhasil menjuarai Liga Champions.

Ikuti terus berita Bola terkini hanya di Negarasport.com dan jangan lupa bagikan artikel ini.

“Bagi saya, [kegagalan] itu bukanlah kekecewaan. Mereka [Man City] yang jadi juara, bukan kami — hanya itu. Kami berhasil menjuarai Liga Champions, bagus. Mari terus melaju,” tegas Klopp di Liverpoolfc.com.

“Yang paling penting bagi saya adalah pemahaman bahwa kami bisa bermain sangat bagus, jika kami benar-benar berkonsentrasi, jika kami benar-benar fokus, dan jika kami bsia mengembangkan beberapa hal, segalanya akan lebih baik lagi.”

Kegagalan dijadikan pengalaman belajar

Meski gagal musim lalu, Liverpool hampir membayarnya lunas musim ini. Sekarang mereka unggul jauh di puncak klasemen sementara dan hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League.

“Itulah motivasi kami, menggunakan pengalaman musim lalu sebagai landasan, bukan tentang betapa nyarisnya kami dan betapa menyakitkannya kegagalan itu,” lanjut Klopp.

“Tentu kegagalan itu menyakitkan. Tapi Anda bisa memutuskan seberapa besar rasa sakit yang mau Anda terima dan seberapa besar informasi yang Anda dapatkan. Kami mencoba menggunakannya sebagai informasi, bahwa kami merupakan tim yang sangat baik,” pungkasnya.

Hal tersebut tentu menginsipirasi club yang dipimpin olehnya sendiri. Kegagalan bukanlah suatu kekecewaan bagi mereka. Melainkan adalah motivasi harus terus berjuang dan berjuang lagi. Bukan merasa kecewa.

Tinggalkan Balasan